Pengertian Processor
CPU
(Central Processing Unit) atau Processor adalah komponen berupa
chip atau IC berbentuk persegi empat yang merupakan otak dan pengendali proses
kinerja komputer, dengan dibantu oleh komponen lainnya. Satuan kecepatan processor
adalah Mhz (Mega Heartz) atau Ghz (1000 MegaHeartz). Ukuran tersebut adalah hitungan
kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang
banyak beredar dipasaran adalah AMD (Advanced Micro Devices) , Apple, Cyrix VIA
, IBM (International Business Machine), IDT , dan Intel.
Bagian-bagian terpenting dalam processor adalah :
ALU (Arithmetic and Logical Unit)
Tugas utama ALU adalah melakukan semua perhitungan
aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU
melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik
yang digunakan disebut adder.
Tugas lain ALU adalah melakukan keputusan operasi
logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan
dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama
dengan (=), tidak sama dengan, kurang dari (<), kurang atau sama dengan
(<=), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan (=>).
a
CU (Control Unit)
CU Merupakan pengatur lalu lintas data yang mempunyai fungsi berikut :
·
Mengatur dan mengendalikan alat
input dan output.
·
Mengambil instruksi memori utama.
·
Data memori utaa (jika diperlukan) untuk diproses.
·
Mengirim instruksi ke ALU jika terdapat
perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja ALU.
·
Menyimpan hasil proses ke memori utama.
b)
MU (Memory Unit)
MU
adalah alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi.
Digunakan untuk menyimpan data dan intruksi yang sedang diproses, sementara
data dan intruksi lain yang menunggu giliran untuk diproses masih disimpan
dalam memori utama. Memori ini disebut cache memory yang dibenamkan pada
processor sehingga processor akan lebih cepat melakukan proses
eksekusi.
Istilah-istilah yang
sering digunakan pada teknologi processor adalah:
a.
Bus clock atau FSB (Front Side Bus)
Bus
clock adalah lebar jalur transfer data pada processor
yang berfungsi mengirim dan mengambil data dari komponen komputer. FSB ini
sering digunakan dengan istilah “PC”. Sebagai gambaran, Intel Pentium IV 1.6
Ghz PC-400, berarti processor tersebut bekerja pada bus atau FSB
400 Mhz dan dalam satu kali pengiriman data, processor mampu mengirim
data sebanyak 400 juta. Kemampuan FSB pada processor harus ditunjang
dengan kemampuan FSB yang dimiliki motherboard agar diperoleh kinerja
yang maksimal.
b.
Clock speed processor
Clock
speed processor adalah kecepatan processor dalam
melakuan proses data atau eksekusi perintah yang bisa diselesaikan dalam waktu
satu detik. Misalnya, Intel Pentium IV 1,6 Ghz, berarti processor mempunyai
kecepatan untuk eksekusi perintah sebesar 1600 juta dalam satu detik. Semakin
besar nilai clock speed, semakin cepat processor tersebut
menyelesaikan pekerjaannya.
c.
Cache memory
Cache
memory adalah jenis memori yang dibenamkan pada processor
dan berfungsi menyimpan perintah yang dilakukan oleh processor. Cache
memory pada processor dibagi menjadi dua macam:
·
Cache first level atau dikenal dengan cache L1
Umumnya,
processor menggunakan L1 berkembang mulai darri 8Kb, 64Kb, sampai 128Kb.
·
Cache second level atau dikenal dengan cache L2
Cache
L2 ini umumnya processor memiliki kapasitas
lebih besar daripada yang digunakan pada cache L1 dan sekarang dikenal
dengan istilah “core”. Pada jenis processor lama, cache L2
terdapat pada motherboard. Namun, perkembangan processor jenis
yang baru cache L2 ini sudah dibenamkan langsung di dalam processor sehingga
lebih mempercepat kinerja processor untuk mengeksekusi dan transfer
data. Kapasitas cache L2 berkembang mulai 128MB hingga yang terbaru
mencapai 2GB.
d.
Overclock CPU (Central Processing Unit)
Overclock
CPU adalah teknik untuk meningkatkan atau menaikkan
nilai clock speed processor dari kecepatan normal yang dimiliki oleh processor.
Overlock ini dilakukan dengan mengubah setting nilai FSB dan multiplier
pada motherboard. Pada motherboard dan processor jenis
lama, setting dilakukan dengan mengubah posisi jumper FSB atau multiplier
pada motherboard, sedangkan pada jenis motherboard yang baru,
setting overclock dilakukan dengan mengubah nilai FSB dan multiplier yang
ada pada BIOS. Contoh teknik overclock, yaitu clock speed (2660
Mhz) = FSB (133 Mhz) x multiplier (20), diubah menjadi clock speed 2800
Mhz dengan mengganti nilai multipllier menjadi 21.
Teknik
overclock ini akan lebih mempercepat kinerja komputer, tetapi akan
menyebabkan komputer lebih cepat panas dan rusak jika tidak ditunjang dengan
sistem pendingin komputer yang terbaik. Processor akan lebih cepat dalam
mengatur dan mengelola semua instruksi program dalam kinerjanya, jika didukung
dengan kapasitas FSB dan L2 cache yang tinggi dibandingkan dengan processor
yang memiliki nilai clock speed atau CPU clock yang tinggi.
Misalnya, perbandingan kecepatan processor dengan clock speed 2,8
Ghz, L2 cache 1 MB dan FSB 533 Mhz (processor kelas Pentium IV)
dengan processor clock speed 1,86 Ghz, L2 Cache 2 MB, dan FSB
1066 Mhz (processor kelas Core 2 duo), kinerja processor kelas
core 2 duo akan lebih cepat dibandingkan kinerja processor kelas Pentium
IV, walaupun memiliki nilai clock speed lebih rendah dibandingkan processor
kelas Pentium IV.
Fungsi Processor
Dalam komponen komputer sangat penting sekali, karena
processor merupakan pusat pengendali dan memproses kerja sebuah komputer.
Processor sendiri pada umumya hanya berfungsi untuk untuk memproses data
yang di terima dari masukan atau input, kemudian akan menghasilkan keluaran
atau output.
Cara kerja processor akan terus terhubung dengan
komponen komputer yang lainnya, terutama hardisk dan RAM. Fungsi Processor juga di
gambarkan sebagai otak dari sebuah komputer itu sendiri, di mana setiap data
akan melalui processor mengeluarkan atau output yang sepatutnya. Processor juga
dikenal sebagai Central Processing Unit atau ringkasan CPU.
Processor hanya dapat mengenali bahasa mesin yaitu
dengan notasi bilangan biner yang hanya berupa 2 angka saja yaitu 0 dan 1
(01010101). Bilangan biner merupakan notasi untuk perangkat elektronik di mana
bilangan nol (0) menandakan tidak terdapat sinyal listrik dan bilangan satu
menandakan adanya sinyal listrik.
Pada awalnya fungsi processor hanya untuk pengolahan
aritmatika saja, seperti kalkulator pada saat ini. Namun sekarang ini
processor telah bergeser fungsinya mengarah ke multimedia.
*Dikutip Dari Makalah Processor Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika Dan Komputer Nurdin Hamzah JAMBI (Jurusan Sistem
Informasi)

0 komentar:
Posting Komentar