7 Maret 2015

on Leave a Comment

ARSITEKTUR DAN PERKEMBANGAN AMD PHENOM

Tugas Ini Dususun Untuk Memenuhi Tugas Daskom STT Telkom Purwokerto
AMD Phenom II X6 1100T
Serupa tapi tak Sama, Phenom II X6 1100T memang bukan merupakan prosesor terbaru AMD, tapi tetap memiliki daya tarik tersendiri. Satu hal yang menarik dari para pembuat prosesor adalah, mereka memiliki hobi melakukan pembaruan jajaran produk hanya dengan melakukan sedikit perubahan. Dengan makin matangnya proses produksi, prosesor varian baru untuk kelas yang sama umumnya hanya berbeda di sisi kecepatan. Ini tercermin dalam AMD Phenom II X6 1100T yang kami uji kali ini. Secara umum tidak ada yang berubah sejak Phenom II X6 1090T kecuali kecepatannya yang bertambah 100 MHz.
AMD kembali menjadikan harga sebagai daya tarik utama. Prosesor Phenom II X6 1100T yang memiliki 6 inti ini dibandrol di kisaran harga US$240, sekelas dengan prosesor empat inti Intel. Pendekatan pasar ini berhasil membuat nama AMD cukup tenar. Sejak pertama kali AMD merilis prosesor 6 inti, banyak pengguna yang berharap dan yakin bahwa alternatif dari AMD ini tentunya lebih murah mengingat track-record AMD di tahun-tahun silam.
Masih dengan konfigurasi dan arsitektur yang sama, Phenom II X6 1100T memiliki kecepatan 3,3 GHz. Prosesor ini juga masuk ke dalam varian Black Edition, yang artinya CPU multiplier-nya tidak dikunci. Ini memudahkan Anda yang ingin melakukan overclock. Seperti keluarga Phenom lainnya, L3 cache sebesar 6 MB bisa digunakan semua intinya. Ada pula L2 cache sebesar 512 KB per inti, atau total sebesar 3 MB. Dukungan memori baik DDR2 dan DDR3 menjadi nilai tambah penggunaannya berdasarkan platform yang ada.
AMD TurboCore, teknologi untuk meningkatkan kecepatan prosesor dalam kondisi tertentu, diperkenalkan sejak awal munculnya Phenom II X6. Teknologi ini mirip dengan Turbo Boost milik Intel, hanya saja implementasinya berbeda. AMD TurboCore ini bekerja saat tiga atau lebih inti prosesornya tidak digunakan. Ketika TurboCore ini aktif, inti prosesor yang aktif mendapatkan kecepatan ekstra sampai 500 MHz. Sementara kecepatan inti yang sedang idle diturunkan. Meng-overclock X6 1100T terbilang mudah karena multipliernya yang tidak dikunci. Hal ini meminimalisir ketergantungan terhadap batasan kemampuan motherboard. Tapi sayangnya peningkatan CPU ini tidak terlalu signifikan. Dengan kondisi vcore dan hsf standar, CPU ini hanya mampu diajak berlari hingga 3,6 GHz (18×200 MHz).
AMD Phenom II X6 1100T diposisikan oleh AMD untuk menggantikan Phenom II X6 1090T sebagai prosesor tercepat milik AMD. Dengan kecepatan ekstra 100 MHz serta kemampuan TurboCore hingga 3,7 GHz, Phenom II X6 1100T sedikit lebih unggul dari pemilik tahta sebelumnya.

Hasil Pengujian
Dengan selisih 100 MHz, kinerja CPU ini hanya terpaut sedikit dibandingkan dengan X6 1090T. Tapi dengan mulai menghilangnya 1090T di pasaran, 1100T memiliki kinerja yang terbilang baik terutama untuk prosesor berinti banyak yang terjangkau.

Prosesor Phenom
II X6 1100T
II X6 1090T
Clock (MHz)
3,3 GHz
3,2 GHz
Sysmark 2007 ver1.05
163
155
PCMarkVantage Score
4898
5160
3DMarkVantage Score
P10579
P9927
Sisoft Sandra ALU (GIPS)
69,00
59,79
Audio Encoding (menit:detik)*
1:44
1:36
Video Encoding (menit:detik)*
4:20
4:19
*Lebih rendah lebih baik

Spesifikasi AMD PHENOM II X6 1100T
Seri
X6 1100T
Soket
AM3 (938 pin)
Clock speed (MHz)
3300(3700 – Turbo)
Nama core
Thuban
Jumlah core
6
FSB (MHz)
200
Multiplier
16,5x
L1 size
128 KB x6
L2 size
512 KB x6
L3 size
6 MB Shared
Harga kisaran
US$240
Plus     : Enam Core; ada teknologi TurboCore; harga lebih kompetitif.
Minus :  Masih menggunakan arsitektur lama

AMD Phenom II X2 550 BE


Generasi terbaru keluarga Phenom II telah hadir. Masih dengan fabrikasi 45 nm tetapi hanya memiliki dua inti. Semenjak dirilisnya prosessor AMD yang menggunakan teknologi fabrikasi 45nm (seperti Phenom II X4 dan X3 beberapa waktu lalu), timbul berbagai respon positif dari banyak pengguna PC. Berbeda dengan Phenom generasi pertama, kali ini jajaran prosessor Phenom juga hadir dengan pilihan dua inti. Tapi apakah dengan ini AMD berhasil memenuhi kebutuhan akan prosessor dua inti di pasaran? Kali ini Lab InfoKomputer berkesempatan menguji kemampuan “adik” kecil dari keluarga Phenom II.
Phenom II X2 550 BE merupakan prosessor dua inti pertama AMD yang diproduksi menggunakan teknologi 45 nm. Lini prosessor dua inti sebelumnya diisi oleh AMD Athlon seri 7 yang merupakan keturunan dari keluarga Phenom generasi pertama. Tetapi Phenom II X2 550 BE bukan sepenuhnya merupakan rancangan baru dari AMD. Phenom II X3 terlahir dari sebuah X4 yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga hanya tiga inti saja yang bekerja. Tradisi ini masih berlanjut dan hadirlah Phenom II X2 550 BE ini.
Phenom II X2 550 BE hadir untuk soket AM3 yang juga kompatibel dengan soket AM2/AM2+. Prosessor dengan kode nama “Callisto” ini memiliki clock sebesar 3,1 GHz, L2 cache 512 KB per intinya dan L3 cache 6 MB yang di-share di antara kedua intinya. Tak lupa juga ditanamkan pengontrol memori dengan dukungan untuk DDR2 dan DDR3. Sekilas dari spesifikasinya, terlihat bahwa Phenom II X2 550 mewarisi spesifikasi kakak-kakaknya dengan perbedaan di jumlah inti prosessor saja. Sementara untuk TDP-nya, Phenom II X2 550 BE mengkonsumsi listrik sebesar 80 W. Hal ini wajar mengingat jumlah core yang dimilikinya. Embel-embel “BE” atau Black Edition berarti faktor multiplier pada prosessor ini tidak dikunci untuk memudahkan pengguna melakukan overclock.
Dari berbagai pengujian yang dilakukan terlihat bahwa kemampuannya patut diperhitungkan, hampir menyamai performa Core 2 Duo seri 7. Namun, tak lengkap rasanya jika tidak mencoba kemampuan overclock-nya. Hasil yang didapat ternyata cukup menarik. Dari kondisi standar, kami hanya menaikkan multiplier dan berhasil mengajaknya berlari stabil hingga 3,7 GHz.
AMD Phenom II X2 550 BE merupakan solusi dual core terbaru dari AMD yang cukup kompetitif. Melihat harga yang ditawarkan oleh AMD untuk prosessor terbarunya ini, membuat persaingan kelas prosessor di kisaran harga $100 semakin memanas. Bagi penggemar overclocking, prosessor ini juga bukan pilihan yang buruk. Prosessor ini dapat di-overclock dengan mudah. Peningkatan clock sebesar 600 MHz pada kondisi setting standar merupakan sesuatu yang menurut kami amat baik.  (Karuna – Kontributor)

Spesifikasi AMD Phenom II X2 550 BE
Core
2 buah, Calisto
Clock Speed
3,1GHz
L1 cache
Instruksi: 64KB, data: 64KB
L2 cache
512KB per inti (total 1MB)
L3 cache
6MB (shared)
Kecepatan Memory Controller
2.0GHz
Dukungan Memori
unregistered DIMMs sampai PC2-8500 (DDR2-1066MHz) dan PC3-10600 (DDR3-1333MHz)
Packaging
Soket AM3 938-pin
Ukuran Die (estimasi)
258 mm2
Jumlah transistor (estimasi)
758 juta
Temperatur Maks.
70oC
Voltase Core
0.850-1.425V
TDP Maks.
80 Watt
Harga*
US$ 110

Hasil Pengujian
Kinerja yang dihasilkan prosessor ini dapat diandalkan dan merupakan saingan berat lawannya pada kisaran harga yang sama.
Sysmark 2007 Rating
144
PCMark Vantage
3951
3DMark Vantage
25219
Overclock
3700 MHz

AMD Phenom X4 9350e 

Prosesor empat inti yang hemat energi. Meski kalah secara kinerja, AMD terus merilis produk dengan peruntukan yang lebih spesifik. Contohnya belum lama ini, AMD meluncurkan seri Phenom X4 dengan stepping B3 untuk memperbaiki bug TLB yang terdapat pada Phenom seri awal. Namun, seri Phenom yang ada saat ini masih menyisakan masalah, seperti panas dan konsumsi listrik yang tinggi, utamanya pada kelas empat inti. Ini paling terlihat pada prosesor kelas tertingginya yang memiliki TDP hingga 125W.
Walau begitu, ternyata AMD juga memiliki jajaran prosesor hemat energi yang menarik untuk dilirik. Jajaran hemat energi AMD ditandai dengan adanya inisial “e” pada nomor seri prosesornya. Setelah berhasil pada versi dua intinya, AMD mencoba membawa pendekatan efisiensi ini pada lini prosesor empat inti. Peluncuran perdana quad core hemat energi ini ditandai dengan kemunculan Phenom X4 9150e dan 9350e.
Kali ini kami mendapat kesempatan Phenom X4 9350e. Prosesor ini memiliki clock sebesar 2.0Ghz dengan 512KB L2 cache per core, 2MB shared L3 cache, 128-bit DDR2 memory controller, dan berjalan pada 3600MHz Hyper-Transport. Phenom 9350e masih menggunakan teknologi fabrikasi 65nm dengan jumlah transistor sebanyak 450 juta buah. Seperti kami sebut di atas, fitur utama yang menjadi focus seri “e” ini adalah rendahnya konsumsi daya, yaitu hanya 65W; bandingkan dengan seri sebelumnya yang mencapai 95W. Keberhasilan ini dicapai oleh AMD dengan langkah menurunkan clock serta tegangan yang digunakan oleh prosesor dengan kisaran 1.05-1.125v.
Dengan memadukan prosesor ini dan chipset 780G, target AMD adalah mereka yang ingin membangun PC murah, hemat energi, dan tetap bertenaga. Konsep ini juga sejalan dengan HTPC (Home Theater PC), karena biasanya HTPC menggunakan casing kecil sehingga tidak bisa menggunakan prosesor yang terlalu panas.
Kami mencoba menguji seberapa jauh kinerja Phenom X4 9350e ini dengan beberapa aplikasi uji standar yang sudah biasa digunakan. Untuk performa, prosesor ini terbilang biasa saja, seperti terlihat dari hasil pengujian. Kami juga mencoba sedikit bermain-main dengan Phenom 9350e ini untuk mengetahui kemampuan maksimal yang mampu dicapai oleh prosesor tersebut. Namun seperti yang pernah kami bahas, jajaran Phenom dari AMD termasuk sulit untuk diajak lari lebih tinggi dari kecepatan standarnya. Pada uji overclock yang kami lakukan, prosesor ini hanya mampu mencapai kecepatan 2,25GHz dari standarnya 2.0Ghz.
Hingga artikel ini disusun, AMD memasang MSRP sebesar $195 untuk Phenom X4 9350e, harga yang lumayan tinggi jika melihat performa yang ditawarkannya. Prosesor dual core yang lebih cepat semisal AMD Athlon X2 6400+ mungkin lebih dapat menjadi pertimbangan jika memang performa yang dicari.
Daya tarik utama AMD Phenom X4 9350e adalah TDP-nya yang cuma 65W, yang berarti lebih dingin dan lebih hemat listrik. Namun karena lebih berorientasi pada fitur penghematan energi tersebut, kinerjanya memang tidak istimewa. Alhasil, prosesor ini lebih tepat dipadukan dengan platform 780G untuk menjadi tulang punggung HTPC.
Plus    : Konsumsi daya rendah; lebih dingin
Minus : Kinerja biasa-biasa saja; harga cukup tinggi.

Hasil Pengujian
Karena lebih berorientasi pada penghematan energi, kinerja AMD Phenom X4 9350e terlihat agak tertinggal dibanding prosesor Intel Core 2 Quad E6600. Padahal Intel E6600 adalah prosesor kelas menengah dan harganya lebih murah.

Hasil Uji Kinerja
Pengujian
Athlon64 X4 9350e
Intel C2Q E6600
Sysmark 2007 Rating
104
134
PCMark05 CPU
5759
7676
3DMark06 Score
3086
12028
Doom3 High Quality 1024×768 (fps)
111,2 fps
155,8 fps
Overclock
2,25GHz
Platform: Motherboard: Asus Rampage Formula (Intel), Biostar TForce TA780G A2+HP (AMD), memori Kingston DDR2 KHX9600 2GB, kartu grafis Asus EN8800GT 1GB, harddisk Seagate Barracuda 7200RPM 160GB.

Spesifikasi AMD Athlon64 X4 9350e
Seri
X4 9350e
Soket
AM2 (940 pin)
Clock speed (MHz)
2000
Revisi
B3
Jumlah core
4
FSB (MHz)
200
Multiplier
10x
L1 size
128KB x4
L2 size
512KB x4
L3 size
2MB x4
Harga kisaran
US$ 195

AMD Phenom X3 8750 

Sudah ada satu, dua, dan empat. Lalu mengapa tidak tiga? Inilah era baru prosesor multi inti.Ini prosesor unik. Jika sebelumnya kita mengenal prosesor dua atau empat inti, AMD merilis Phenom seri X3 yang merupakan prosesor tiga inti. Serupa dengan Phenom versi awal yang memiliki konfigurasi empat inti, Phenom X3 juga menggunakan arsitektur yang sama persis. Yang membedakan hanyalah pada Phenom X3 terdapat sebuah inti yang rusak atau yang kurang sempurna sehingga sengaja dimatikan core dan L1/L2 cache-nya oleh AMD.
Dari jajaran prosesor triple core yang dihadirkan AMD, salah satunya adalah seri Phenom X3 8750 yang merupakan flagship atau prosesor tertinggi dari seri triple core. Dari sisi clock speed, prosesor yang satu ini dilepas dengan clock standar 2,4GHz. Relatif rendah untuk ukuran sebuah prosesor desktop masa kini. Akan tetapi prosesor yang memiliki TDP maksimal 95 watt ini menggunakan interkoneksi AM2+ yang kompatibel dengan sistem AMD yang lalu dan yang akan datang. Di dalam inti prosesor sendiri ukuran cache masing-masing core sama persis dengan versi quad core. Dan serupa dengan Phenom quad core versi terbaru, Phenom X3 ini juga sudah bebas dari TLB bug (dapat diketahui dari kode akhiran 50 pada seri prosesor).
Hasil Perbandingan performa prosesor triple core dari AMD dengan prosesor dual core AMD yakni seri X2 6000+ (3GHz). Dari pengujian terlihat, kemampuan X3 8750 tertinggal di aplikasi yang bersifat single thread (aplikasi yang cuma memproses instruksi di satu inti), seperti DB  Power Amp (audio encoding) atau Super PI. Hal ini disebabkan clock speed X3 8750 yang lebih rendah. Namun dalam aplikasi yang mendukung multi-thread seperti Windows Media Encoder dan POV-Ray, performa AMD 8750 terlihat lebih gegas. 
Namun pada pengujian juga kami menemukan beberapa aplikasi uji yang harus ditambal (patch) ataupun menggunakan versi terbaru agar pengujian dapat berjalan. Ini dikarenakan karena meskipun aplikasi uji sudah mendukung multi core, tetapi jumlah inti yang dimaksud adalah empat buah.
Ketika kami coba memaksimalkan clock speed dari prosesor, dari clock default di 2400MHz kami sempat menembus angka 3312MHz sebagai titik maksimalnya. Meski demikian, posisi ini bukan merupakan clock optimal karena beberapa aplikasi gagal bekerja pada kondisi tersebut. Akan tetapi hal itu sudah kami perkirakan sebelumnya mengingat arsitektur prosesor K10 yang digunakan memang belum cukup handal untuk dapat dipekerjakan pada clock speed tinggi.
Prosesor tiga inti dari AMD ini sangat menarik untuk digunakan. Meski memiliki clock speed yang lebih rendah, akan tetapi tersedianya sebuah inti ekstra akan sangat bermanfaat bagi Anda yang sering bekerja dalam kondisi multitasking. Namun seperti kami tunjukkan di pengujian Intel Core 2 Duo T7200, kinerja X3 8750 masih agak tertinggal. Padahal, Intel T7200 harganya lebih murah. Jadi AMD Phenom X3 8750 memang lebih cocok jika Anda banyak bekerja secara multitasking atau menggunakan aplikasi yang mendukung multithread. (Muhammad Firman) 
Plus    : Memiliki sebuah core ekstra dibanding prosesor dual core biasa.
Minus: Triple core belum dapat dioptimalkan oleh beberapa aplikasi terkini.

 Spesifikasi AMD Athlon64 X3 8750
Seri
X3 8750
Soket
AM2 (940 pin)
Clock speed (MHz)
2400
Nama core
Toliman
Jumlah core
3
FSB (MHz)
200
Multiplier
12x
L1 size
128KB x3
L2 size
512KB x3
L3 size
2MB
Harga kisaran
US$ 195
 
Hasil Pengujian
Meski merupakan versi cacat dari prosesor Phenom quad core, tetapi penempatannya yang di antara kisaran harga prosesor dual core dan quad core membuat prosesor ini seperti prosesor dual core dengan bonus sebuah core tambahan. 

Hasil Uji Kinerja
Prosesor
Athlon64 X2 6000+
Phenom X3 8750
Sysmark 2004 Rating (Internet+Office)
303 (393+234)
245 (310+193)
PCMark05 CPU
6144
6380
3DMark06 Score
4498
4870
Doom3 High Quality 1024×768 (fps)
132.4
120.3
SuperPI 1M (detik)*
28.562
32.188
Audio Encoding (menit:detik)*
2:47
1:52
Video Encoding (menit:detik)*
12:53
14:17
Image Rendering (menit:detik)*
4:53
3:32
Multitasking I
Image Rendering + PI counting (menit:detik)*

8:50

5:12
Multitasking II
3D Game +Video Encoding (fps)

82.1

108.0
*Lebih rendah lebih baik
Platform Uji:
Motherboard Biostar TForce TA780G A2+HP, VGA Asus GeForce 8600GT 256MB, harddisk Seagate Baracuda SATA 7200rpm 160GB, LiteOn DVD 16x, Power Supply Silverstone 850W.



*Dikutip dari http://www.infokomputer.com/tag/amd-phenom/